Proxmox VE (3) – Guest Container (LXC)

20 September 2021 | 0 Komentar

Proxmox VE mendukung dua jenis virtualisasi guest, yaitu Container (LXC) dan VIrtual Machine (KVM). Sesuai dengan namanya, LXC merupakan semi-virtualisasi dimana berbagi kernel dengan host. LXC sangat ringan karena hanya perlu melakukan virtualisasi pada level user space saja.

Persiapan Template LXC

Untuk membuat sebuah LXC, kita perlu menambahkan template LXC yang akan digunakan.

  • Mulai dengan login pada host Proxmox VE dan masuk ke bagian Local Storage.
  • Pilih bagian CT Templates, klik tombol Templates untuk memilih template yang akan ditambahkan.
  • Akan muncul popup window yang berisi daftar template LXC yang sudah disediakan oleh Proxmox untuk dimasukkan ke dalam host Proxmox VE.
  • Pilih template LXC yang akan kita gunakan dan klik tombol Download untuk memulai mengunduh template.

Tunggu hingga proses mengunduh selesai, tutup popup window, maka akan muncul template yang kita unduh tadi.

Pembuatan LXC

Setelah proses persiapan template LXC selesai, kembali ke halaman awal host Proxmox VE untuk memulai proses pembuatan Container LXC. Tekan tombol Create CT yang berada di sisi pojok kanan atas sehingga akan muncul popup window Pembuatan Container LXC yang berisi beberapa tahapan dalam bentuk tab yang perlu kita isi.

  • Tab General, isi bagian hostname dengan nama container yang akan dibuat, lalu masukkan sandi untuk mengakses container-nya. Klik tombol Next.
  • Tab Template, pilih template tadi yang sudah kita unduh pada tahap sebelumnya. Klik tombol Next.
  • Tab Root Disk, ganti besarnya penyimpanan yang akan digunakan oleh container, kita bisa gunakan angka 3 GB. Klik tombol Next.
  • Tab CPU, ganti jumlah CPU yang akan digunakan oleh container, misal 1 CPU. Klik tombol Next.
  • Tab Memory, ganti besarnya memory yang akan digunakan oleh container, semisal kita menggunakan 256 MB untuk memory dan 128 MB untuk swap. Klik tombol Next.
  • Tab Network, kita menggunakan data dari artikel sebelumnya, yaitu vmbr0 sebagai bridge-nya. Alamat IPv4 akan menggunakan mode statik, isi bagian IPv4/CIDR dengan 10.10.10.100/32 dan untuk gateway IPv4-nya diisi dengan 10.10.10.1. Alamat IPv6 juga akan menggunakan mode statik, isi bagian IPv6/CIDR denan dengan 2402:9e80:beef:1::dead/128 dan untuk gateway IPv6-nya diisi dengan 2402:9e80:beef:1::3. Klik tombol Next.
  • Tab DNS, kita bisa mengabaikan tahap ini, jika ingin diisi bagian DNS Servers bisa menggunakan alamat DNS milik google, yaitu 8.8.8.8 8.8.4.4. Klik tombol Next.
  • Tab Confirm, periksa kembali semua parameter yang kita gunakan, jika sudah klik tombol Finish, tunggu hingga muncul status TASK OK, yang artinya sudah selesai dibuat

Tutup popup window, pada deret kiri atas, container LXC yang sudah dibuat tadi sudah muncul.

Menjalankan LXC

Untuk menjalankan container LXC, pilih nama container pada daftar item sebelah kiri. Untuk mulai menjalankan LXC, klik tombol Start pada deretan pojok kanan atas. Klik tombol Console untuk masuk ke dalam container LXC tersebut.

Baca juga
Penguatan Dasar Server Debian 10

Penutup

Membuat LXC dari dalam Proxmox VE sangatlah mudah. Kebutuhan sistem sendiri untuk LXC juga sangat ringan sehingga dengan 128 MB RAM dan 2 GB storage sudah cukup untuk menjalankannya.

Referensi
LXC Introduction
Proxmox VE – Linux Container

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Share This